CCSI - Communication Cable Systems Indonesia Tbk

-

Communication Cable Systems Indonesia Tbk adalah perusahaan manufaktur kabel serat fiber optik. Perusahaan memproduksi kabel telekomunikasi, kabel fiber optik, dan menyediakan berbagai jasa instalasi dan reparasi yang berhubungan dengan kabel telekomunikasi dan internet. Perusahaan merupakan pemasok utama dalam industri telekomunikasi internet, industri minyak & gas, utilitas listrik, transportasi kereta api, dan perusahaan swasta. Perusahaan diperkirakan memiliki 15% pangsa pasar. Lokasi pabrik perusahaan terletak di Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC), Banten. Perusahaan juga dikenal sebagai perusahaan pertama yang mampu memproduksi kabel sub-marine atau kabel bawah laut di Indonesia. Perusahaan memiliki dua fasilitas produksi seluas 25.000 m2 di Krakatau Industrial Estate, Cilegon dan 2.800 m2 di Pelabuhan Krakatau Bandar Samudera.

Produk yang dihasilkan oleh perusahaan yaitu ADSS (Aerial All Dielctric Self Supporting), yang digunakan untuk instalasi outdoor sebagai kabel udara sampai dengan tiang berjarak mulai dari 50m hingga 1.200m, atau sebagai kabel duct yang dipasang dalam pipa HDPE di bawah tanah; Aerial Figure 8, yang digunakan sebagai instalasi outdoor sebagai kabel udara pada tiang-tiang kabel kota yang berjarak antar tiang 100m sebagai jaringan telekomunikasi udara; Flame Retardant & Fire Resistant Cables, yang dapat dipasang dalam gedung maupun di luar ruangan yang didisain khusus sehingga tidak merambatkan api dan tidak terbakar; Underground (Duct & Direct Buried), yang merupakan kabel tipe outdoor yang dipasang di bawah tanah di dalam pipa/subduct HDPE dan yang ditanam langsung tanpa pelindung pipa HDPE; FTTH/Drop Wires, yang dipasang di dalam atau di luar ruangan sebagai sambungan jaringan last mile dalam sistem jaringan Fiber-To-The-Home (FTTH); Wire Armoured Cables, yang dirancang khusus untuk aplikasi dimana terdapat gangguan oleh binatang pengerat atau rayap; Submarine/Bawah Laut, yang digunakan untuk sistem komunikasi kabel bawah laut (SKKL) "repeater-less" dengan varian Double Armour, Single Armour, dan Light Weight yang memiliki kekuatan tarik tinggi yang dibangun dari susunan kawat baja galvanis; Submarine Multi Purpose Joint Closure (MPJC), yang menggabungkan filosofi penyambungan kabel energi dasar laut dan kabel optik darat; serta Microduct, yang merupakan pipa mikro dengan diameter berkisar antara 8-16mm.

Profil Perusahaan

Didirikan pada tanggal
11 Oktober 1995
Kode Industri
C131
Sektor
Perindustrian (IDX IC) / Aneka Industri (JASICA)
Sub-Sektor
Barang Perindustrian (IDX IC) / Kabel (JASICA)
Industri
Kelistrikan
Sub-Industri
Komponen & Peralatan Kelistrikan
Emiten Sejenis
IKBI JECC KBLI KBLM SCCO VOKS
Tanggal IPO
18 Juni 2019
Papan
Pengembangan
Jumlah saham beredar
1.199.999.998 lembar / 1,20 M lembar
Kapitalisasi
Rp. 810,00 M
Pemegang saham diatas 5%
PT Grahatama Kreasibaru (39.22%)
PT Saptadaya Bumitama Persada (20.39%)
Mieke Santosa (20.39%)
Peter Djatmiko (9.2%)
Masyarakat-pemodal Nasional (9.66%)
Dewan Komisaris
Ir. Adi Tanuarto (Komisaris Utama)
Amelia Gozali (Komisaris)
Petrus Sartono (Komisaris)
Triana Mulyatsa (Komisaris)
Bambang Rahardja Burhan (Komisaris)
Direksi
Peter Djatmiko (Direktur Utama)
Sudarno Khou (Wakil Direktur Utama)
Anang Pratikno (Direktur)
Apolonia Irwina Gunawan (Direktur)
Ren Yi Newton Djatmiko (Direktur)
Harris Kristanto Gozali (Direktur)
Denny Hendaya (Direktur)
Teuku Zulfikar (Direktur)
Irawan Mario Noh Palilingan (Direktur)
Anak Perusahaan
( - 0%)
Situs web

Komposisi Pendapatan di 2018

445,03 M
445,03 M

Status Kuartal Terkini

  • Penjualan-Naik > 20%
  • Penjualan-Naik > 40%
  • DER < 1x
  • Hutang-Naik > 20%
  • Hutang-Naik > 40%
  • Hutang-Naik > 60%
  • Hutang-Naik > 80%
  • Hutang-Naik > 100%
  • Hutang-Naik > 150%
  • Laba
  • Laba-Naik
  • Laba-Naik < 20%
  • ROE > 10%
  • Nilai-Buku < 1/2 Harga
  • Nilai-Buku < Harga
  • Modal-Naik-Rata2 > 10%
  • Penjualan-Naik-Rata2 > 10%
  • Laba-Naik-Rata2 > 20%
  • Aset-Lancar > Hutang-Lancar
  • Aset-Lancar > 2x Hutang-Lancar
  • Margin-Laba-Kotor > 20%
  • Margin-Laba-Operasi > 10%
  • Margin-Laba-Bersih < 10%