MBMA - Merdeka Battery Materials Tbk
Merdeka Battery Materials Tbk adalah perusahaan yang beroperasi di sektor pertambangan dan pengolahan mineral strategis, dengan fokus utama pada nikel sebagai bahan baku penting untuk industri baja nirkarat dan baterai kendaraan listrik. Perusahaan menjalankan bisnis yang terintegrasi secara vertikal, mencakup kegiatan penambangan, pemrosesan bijih, hingga produksi produk antara yang digunakan dalam rantai pasok baterai. Melalui kepemilikan mayoritas di SCM (PT Sulawesi Cahaya Mineral)—salah satu sumber daya nikel terbesar di dunia—perusahaan mengamankan pasokan jangka panjang yang mendukung kegiatan hilir. Selain itu, perusahaan memiliki entitas anak dan afiliasi dalam bentuk usaha patungan dengan mitra global, seperti Tsingshan, Zhejiang Huayou Cobalt Co., Ltd., dan Contemporary Amperex Technology Co., Limited, untuk mengembangkan fasilitas peleburan berbasis Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF), pabrik High Pressure Acid Leach (HPAL), serta proyek Acid Iron Metal (AIM).
Portofolio produk dan jasa perusahaan meliputi Nickel Pig Iron (NPI), nikel matte, Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), asam sulfat, serta logam samping seperti besi, tembaga, dan kobalt. Produk-produk ini dipasarkan baik untuk industri baja maupun industri baterai kendaraan listrik. Perusahaan juga mengembangkan lini hilir yang memungkinkan konversi bijih nikel limonit menjadi bahan baku prekursor dan katoda baterai, menjadikannya pemain penting dalam rantai pasok kendaraan listrik global.
Dalam hal sumber daya dan infrastruktur, perusahaan mengoperasikan tambang nikel berskala besar, beberapa fasilitas RKEF yang sudah beroperasi maupun sedang dibangun, serta rencana pabrik HPAL berkapasitas tinggi. Perusahaan juga memiliki infrastruktur pendukung berupa jalan angkut khusus dan akses ke kawasan industri nikel, yang terhubung langsung dengan pusat pengolahan di Sulawesi. Mitra strategis seperti Tsingshan dan Huayou Cobalt memberikan transfer teknologi, efisiensi operasional, serta jaminan offtake produk. Dukungan sponsor domestik seperti Grup Provident, Grup Saratoga, dan Garibaldi Thohir memperkuat akses perusahaan terhadap pendanaan jangka panjang.
Wilayah operasi utama perusahaan berada di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara. Pasar yang dilayani mencakup konsumen lokal di Indonesia, industri baja nirkarat global, serta produsen baterai kendaraan listrik di Asia, Eropa, dan Amerika. Distribusi produk dilakukan melalui fasilitas industri nikel di kawasan terpadu Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) dan Indonesia Konawe Industrial Park (IKIP), yang memudahkan penyaluran ke mitra hilir dan pasar ekspor.
Lingkungan bisnis perusahaan ditandai oleh tingginya permintaan nikel global, khususnya dari sektor baterai kendaraan listrik dan penyimpanan energi (Energy Storage System atau ESS). Namun, perusahaan juga menghadapi tantangan berupa fluktuasi harga komoditas, kebutuhan investasi besar, serta regulasi pemerintah terkait larangan ekspor bijih mentah dan pajak ekspor progresif. Kompetisi datang dari produsen nikel global lain, terutama di Tiongkok, namun posisi Indonesia sebagai produsen terbesar memberi keuntungan strategis.
Keunggulan kompetitif perusahaan terletak pada integrasi vertikal dari hulu ke hilir, biaya operasi yang rendah, serta akses pada salah satu cadangan nikel terbesar di dunia. Kolaborasi dengan mitra global memberi keunggulan teknologi dan pasar, sementara dukungan pemerintah berupa insentif pajak memperkuat daya saing finansial. Perusahaan juga memiliki fleksibilitas untuk memproduksi berbagai jenis produk antara sesuai dengan dinamika permintaan pasar. Dengan kombinasi faktor tersebut, perusahaan menempatkan dirinya sebagai produsen bahan baku baterai yang mandiri, berdaya saing tinggi, dan strategis dalam transisi energi global.
Profil Perusahaan
Garibaldi Thohir (11.08%)
Huayong International (hong Kong) Limited (7.55%)
Winato Kartono (6.29%)
Masyarakat (10.69%)
Michael W.p. Soeryadjaya (Komisaris)
Hasan Fawzi (Komisaris)
Jason Laurence Greive (Wakil Presiden Direktur)
Titien Supeno (Direktur)
Merdeka Battery Materials (sarawak) Sdn. Bhd. (Manufaktur Komponen Baterai - 100%)
PT Anugerah Batu Putih (Penggalian Batu Kapur/ Gamping - 100%)
PT Batutua Pelita Investama (Perusahaan Holding - 100%)
PT Bukit Smelter Indonesia (Industri Pembuatan Logam Dasar Bukan Besi - 50.1%)
PT Cahaya Hutan Lestari (Aktivitas Telekomunikasi Khusus untuk Keperluan Sendiri dan Perdagangan Besar Hasil Kehutanan dan Perburuan - 51%)
PT Cahaya Kapur Alfa (Industri Kapur dan Penggalian Batu Kapur/ Gamping - 100%)
PT Cahaya Smelter Indonesia (Industri Pembuatan Logam Dasar Bukan Besi - 50.1%)
PT Cahaya Sulawesi Kekal (Industri Kapur, Penggalian Batu Kapur/ Gamping dan Penggalian Kerikil/sirtu - 100%)
PT Ciptawana Lestari Mandiri (Perkebunan Buah Kelapa Sawit, Kawasan Industri - 100%)
PT Indogreen Cahaya Surya (Pembangkit, Transmisi, dan Penjualan Tenaga Listrik Dalam Satu Kesatuan Usaha - 100%)
PT Indonesia Cahaya Kekal Sulawesi (Industri Kapur, Penggalian Batu Kapur/ Gamping dan Penggalian Kerikil/sirtu - 100%)
PT Kapur Maxima Gemilang (Industri Kapur dan Penggalian Batu Kapur/ Gamping - 100%)
PT Konawe Cahaya Indonesia (Pembangkit, Transmisi, Distribusi dan Penjualan Tenaga Listrik Dalam Satu Kesatuan Usaha - 100%)
PT Lestari Jaya Kekal (Industri Kapur, Penggalian Batu Kapur/ Gamping dan Penggalian Kerikil/sirtu - 100%)
PT Lestari Nusa Jaya Semesta (Pengumpulan Limbah Berbahaya - 0%)
PT Merdeka Energi Industri (Aktivitas Perusahaan Holding - 100%)
PT Merdeka Industri Mineral (Aktivitas Perusahaan Holding - 99.99%)
PT Merdeka Tsingshan Indonesia (Kegiatan Industri - 80%)
PT Sulawesi Anugerah Kekal (Industri Kapur, Penggalian Batu Kapur/ Gamping dan Penggalian Kerikil/sirtu - 100%)
PT Sulawesi Batu Kapur (Industri Kapur dan Penggalian Batu Kapur/ Gamping - 100%)
PT Sulawesi Cahaya Mineral (Perusahaan Pertambangan Nikel - 51%)
PT Sulawesi Industri Parama (Industri Pembuatan Logam Dasar Bukan Besi - 100%)
PT Sulawesi Makmur Indonesia (Industri Pembuatan Logam Dasar Bukan Besi, Penggalian Batu Kapur/gamping - 100%)
PT Zhao Hui Nickel (Industri Pembuatan Logam Dasar Bukan Besi - 50.1%)