ARKO - Arkora Hydro Tbk

-

Arkora Hydro Tbk adalah perusahaan yang bergerak dalam pembangkitan tenaga listrik melalui sumber energi baru dan terbarukan yang berasal dari aliran air atau hydropower (Pembangkit Listrik Tenaga Air). Perusahaan menjalankan usaha melalui Pembangkit Listrik Mini Hidro (PLTM) yang merupakan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dengan kapasitas di bawah 10 MW. Perusahaan menjalankan business to business operation (B2B) di mana PLN merupakan pelanggan dari perusahaan sesuai dengan kontrak Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) yang telah disepakati oleh perusahaan dengan PLN sebagai dasar dari setiap PLTA. Perusahaan memiliki PLTA/PLTM melalui entitas anak. Selain bergerak di bidang PLTM, perusahaan juga memiliki 1 entitas anak yang bergerak di bidang konsultan tekhnik sipil (engineering), dan 1 entitas anak yang bergerak pada bidang pembangkit listrik tenaga surya.

Dalam pembangunan pembangkit listrik, perusahaan menggunakan jasa kontraktor dari grup usaha sendiri yaitu PT Arkora Indonesia yang memiliki spesialisasi pada pembangunan proyek pembangkit listrik energi terbarukan, serta menggunakan jasa supervisi selama pembangunan dari PT Indokoei International (join venture nasional dari Nippon Koei) yang merupakan perusahaan konsultan teknis internasional ternama dari Jepang. Komponen utama PLTM yaitu turbin dan generator, dimana perusahaan menggunakan turbin dan generator yang dipasok dari produsen Jerman Wasserkraft Volk AG dan Voith Hydro. Sedangkan untuk komponen elektrikal perusahaan menggunakan pasokan dari produsen Jerman yaitu Siemens Electric, yang juga merupakan produsen ternama untuk produk kelistrikan dan infrastruktur.

Perusahaan menjalankan sebanyak 11 Proyek PLTM, dengan target kapasitas terpasang 82,5 MW, yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia. Proyek yang telah beroperasi terdiri dari Cikopo 2 di Jawa Barat, dengan kapasitas 7,4 MW, dan dijalankan oleh perusahaan; serta Tomasa di Sulawesi Tengah, dengan kapasitas 10 MW, dan dijalankan oleh PT Arkora Sulawesi Selatan. Proyek yang belum beroperasi terdiri dari Yaentu di Sulawesi Tengah, dengan kapasitas 10 MW, dan dijalankan oleh PT Arkora Hydro Sulawesi; Kukusan 2 di Lampung, dengan kapasitas 5,4 MW, dan dijalankan oleh PT Arkora Energi Baru; TKR di Sulawesi Tenggara, dengan kapasitas 10 MW, dan dijalankan oleh PT Arkora Sulawesi Tenggara; O3 di Sulawesi Tenggara, dengan kapasitas 6,2 MW, dan dijalankan oleh PT Arkora Hidronesia; TMN di Sulawesi Selatan, dengan kapasitas 10 MW, dan dijalankan oleh perusahaan; NLO di Jambi, dengan kapasitas 5 MW, dan dijalankan oleh PT Tirta Energi Lestari; WKS 1 di Lampung, dengan kapasitas 4,5 MW, dan dijalankan oleh PT Arkora Energi Baru; CKP 1 di Jawa Barat, dengan kapasitas 4 MW, dan dijalankan oleh perusahaan; serta PDL di Sulawesi Tengah, dengan kapasitas 10 MW, dan dijalankan oleh PT Arjuna Hidro.

Profil Perusahaan

Didirikan pada tanggal
5 Agustus 2010
Kode Industri
J411
Sektor
Infrastruktur (IDX IC) / Infrastruktur, Utilitas & Transportasi (JASICA)
Sub-Sektor
Utilitas (IDX IC) / Energi (JASICA)
Industri
Utilitas Listrik
Sub-Industri
Utilitas Listrik
Emiten Sejenis
KEEN LAPD MPOW POWR TGRA
Tanggal IPO
8 Juli 2022
Papan
Pengembangan
Jumlah saham beredar
2.928.495.000 lembar / 2,93 M lembar
Kapitalisasi
Rp. 1,68 T
Pemegang saham diatas 5%
Masyarakat (20.79%)
PT Arkora Bakti Indonesia (47.53%)
Acei Singapore Holdings Private Ltd. (31.68%)
Dewan Komisaris
Arya Pradana Setiadharma (Komisaris Utama)
Abhay Narayan Pande (Komisaris)
Drs. Indarto S.h. (Komisaris)
Direksi
Aldo Henry Artoko (Direktur Utama)
Ricky Hartono (Direktur)
Ir. Ismu Nugroho (Direktur)
Anak Perusahaan
PT Nosu Hydro (Pembangkitan Tenaga Listrik - 99%)
PT Arkora Tenaga Matahari (Penyewaan Mesin, Penunjang Tenaga Listrik, Instalasi Listrik dan Konstruksi Bangunan Sipil Elektrikal - 99%)
PT Arkora Hydro Sulawesi (Pembangkitan Tenaga Listrik - 99%)
PT Arkora Energi Baru (Pembangkitan Tenaga Listrik - 99%)
PT Arkora Atlantik (Pembangkitan Tenaga Listrik - 99%)
PT Arkora Hidronesia (Pembangkitan Tenaga Listrik - 99%)
PT Arkora Sulawesi Tenggara (Pembangkitan Tenaga Listrik - 99%)
PT Tenggara Hidro (Pembangkitan Tenaga Listrik - 99%)
PT Granif Konsultan ((i) Aktivitas Keinsinyuran dan Konsultasi Teknis Ybdi; dan (ii) Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya - 75%)
PT Arkora Sulawesi Selatan (Pembangkitan Tenaga Listrik - 99%)
PT Arkora Hidro Tenggara (Perdagangan, Industri, Pembangunan, Jasa (kecuali Jasa di Bidang Hukum dan Pajak), Percetakan, Pertanian, Transportasi Darat, dan Perbengkelan. - 99%)
PT Arjuna Hidro (Perdagangan, Industri, Pembangunan, Jasa (kecuali Jasa di Bidang Hukum dan Pajak), Percetakan, Pertanian, Transportasi Darat, dan Perbengkelan. - 99%)
PT Arkora Hidro Pasifik (Pembangkitan Tenaga Listrik - 99%)
PT Tirta Energi Lestari (Pembangkitan Tenaga Listrik - 99%)
PT Arkora Guna Nergi (Perdagangan, Industri, Pembangunan, Jasa (kecuali Jasa di Bidang Hukum dan Pajak), Percetakan, Pertanian, Transportasi Darat, dan Perbengkelan. - 99%)
PT Hydra Sulawesi (Pembangkitan Tenaga Listrik - 99%)
PT Sulawesi Hidro Mandiri (Perdagangan, Industri, Pembangunan, Jasa (kecuali Jasa di Bidang Hukum dan Pajak, Percetakan, Pertanian, Transportasi Darat dan Perbengkelan - 99%)
PT Arkora Luwu Timur Mandiri (Pembangkitan Tenaga Listrik - 99%)
PT Arkora Sulawesi Tengah (Perdagangan, Industri, Konstruksi, Jasa (kecuali Jasa di Bidang Hukum dan Pajak), Percetakan, Pertanian, Transportasi Darat, dan Perbengkelan. - 99%)
PT Arkora Tomoni Hydro (Perdagangan, Industri, Konstruksi, Jasa (kecuali Jasa di Bidang Hukum dan Pajak), Percetakan, Pertanian, Transportasi Darat, dan Perbengkelan. - 99%)

Komposisi Pendapatan di 2020

52,09 M
52,09 M
52,09 M

Status Kuartal Terkini

  • Volume-Besar
  • Penjualan-Naik > 20%
  • Penjualan-Naik > 40%
  • Penjualan-Naik > 60%
  • Penjualan-Naik > 80%
  • Penjualan-Naik > 100%
  • DER > 1x
  • Hutang-Naik < 20%
  • Laba
  • Laba-Naik > 40%
  • Laba-Naik > 60%
  • Laba-Naik > 80%
  • Laba-Naik > 100%
  • Laba-Naik > 200%
  • Laba-Naik > 300%
  • ROE > 10%
  • ROE > 20%
  • Nilai-Buku < 1/4 Harga
  • Nilai-Buku < 1/2 Harga
  • Nilai-Buku < Harga
  • Margin-Laba-Operasi > 10%
  • Margin-Laba-Operasi > 20%
  • Margin-Laba-Operasi > 30%
  • Margin-Laba-Operasi > 40%
  • Margin-Laba-Bersih > 10%
  • Margin-Laba-Bersih > 20%