SGRO - Prime Agri Resources Tbk
Prime Agri Resources Tbk adalah perusahaan agribisnis yang berfokus pada sektor perkebunan dengan kegiatan utama pada budidaya kelapa sawit, pengolahan minyak sawit, dan perdagangan produk turunannya. Perusahaan juga mengelola segmen usaha lain berupa karet, benih kelapa sawit unggul, serta sagu. Anak perusahaan seperti PT Binasawit Makmur berperan penting dalam penelitian dan pengembangan benih sawit, sementara PT National Sago Prima mengelola industri sagu, dan PT Hutan Ketapang Industri bergerak di bidang perkebunan karet. Dengan demikian, perusahaan menjalankan usaha yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Produk utama perusahaan adalah crude palm oil (CPO) dan palm kernel (PK) yang menjadi kontributor pendapatan terbesar. Selain itu, perusahaan memproduksi benih kelapa sawit unggul dengan merek DxP Sriwijaya, yang menjadi salah satu benih sawit terbesar di Indonesia. Di sektor non-sawit, perusahaan memasarkan produk sagu dengan merek Prima Starch untuk pasar domestik maupun ekspor, serta karet yang berasal dari perkebunan di Kalimantan Barat. Portofolio produk ini mencerminkan diversifikasi usaha yang menyeimbangkan ketergantungan pada satu komoditas.
Bahan baku utama berupa tandan buah segar (TBS) dipasok dari kebun inti perusahaan, perkebunan plasma, serta pihak ketiga. Perusahaan membina puluhan ribu petani plasma dengan lahan puluhan ribu hektare, serta bermitra dengan sejumlah pemasok eksternal. Untuk mendukung pengolahan, perusahaan mengoperasikan delapan pabrik kelapa sawit yang tersebar di Sumatra dan Kalimantan, laboratorium analisis terintegrasi di Palembang, serta fasilitas penelitian benih sawit di Sumatra Selatan. Dari sisi teknologi, perusahaan menerapkan digitalisasi perkebunan melalui SIAP SGRO Plantation System, mekanisasi lahan yang mencakup sebagian besar area, serta pemupukan presisi dan pengelolaan air untuk menghadapi perubahan iklim.
Wilayah operasi perusahaan tersebar di Sumatra, Kalimantan, dan Riau, dengan total lahan perkebunan ratusan ribu hektare, di mana sebagian besar sudah tertanam. Produk dipasarkan ke industri hilir minyak nabati melalui jaringan domestik, sekaligus diekspor mengikuti harga pasar global. Dengan demikian, cakupan pasar perusahaan bersifat nasional sekaligus internasional.
Dalam lingkungannya, perusahaan menghadapi tantangan berupa fluktuasi harga CPO di pasar global, regulasi keberlanjutan, serta kompetisi ketat dari produsen sawit lain di Indonesia. Faktor eksternal yang berpengaruh mencakup tren permintaan minyak nabati ramah lingkungan, tuntutan sertifikasi internasional, serta kebijakan pemerintah mengenai industri sawit dan energi terbarukan.
Kelebihan kompetitif perusahaan terletak pada diversifikasi portofolio (sawit, karet, sagu, dan benih unggul), integrasi vertikal dari perkebunan hingga pengolahan, serta fokus pada riset dan inovasi melalui pengembangan benih sawit DxP Sriwijaya. Sertifikasi internasional seperti RSPO, ISPO, ISCC, dan FSC memperkuat reputasi keberlanjutan, sementara penerapan teknologi digital dan mekanisasi memberi nilai tambah dalam hal efisiensi dan produktivitas. Keunggulan-keunggulan ini menempatkan perusahaan sebagai pemain agribisnis yang kompetitif baik di pasar domestik maupun global.
Profil Perusahaan
Masyarakat (30.32%)
Dr. R.b. Permana Agung Dradjattun (Komisaris)
Komjen. Pol. (purn.) Dr. Saud Usman Nasution, Sh, Mh, Mm (Komisaris)
Dwi Asmono (Direktur)
Hero Djajakusumah (Direktur)
Lim King Hui (Direktur)
Parluhutan Sitohang (Direktur)
Heri Harjanto (Direktur)
PT Wawasan Kebun Utama (Perkebunan - 99.98999786%)
PT Pangan Agro Nusantara (Perkebunan - 99.98999786%)
PT Palma Timur Sejahtera (Perkebunan - 99.98999786%)
PT Sentosa Timur Palma (Perkebunan - 99.98999786%)
PT Palma Timur Sentosa (Perkebunan - 99.98999786%)
PT Industri Hutan Lestari (Perkebunan - 99.98999786%)
PT Industri Hutan Unggul (Perkebunan - 99.98999786%)
PT Usaha Agro Jaya (Perkebunan - 99.98999786%)
PT Usaha Agro Sejahtera (Perkebunan - 99.98999786%)
PT Tebar Tandan Tenerah (Perkebunan Kelapa Sawit - 99.98000336%)
PT Hutan Ketapang Industri (Kehutanan - 78.33000183%)
PT Kusuma Mentari Makmur (Perkebunan Kelapa Sawit - 99.98999786%)
PT Nusantara Sarana Alam (Perkebunan Kelapa Sawit - 99.98999786%)
PT Agro Planindo Utama (Perkebunan Kelapa Sawit - 99.98999786%)
PT Kedurang Prakarsa Nabati (Perkebunan Kelapa Sawit - 99.94999695%)
PT Anugerah Palm Indonesia (Perkebunan Kelapa Sawit - 99.98999786%)
Sampoerna Palma Pte. Ltd (Perdagangan Umum - 100%)
Tania Binatama (dalam Likuidasi) (Perkebunan Kelapa Sawit - 99.66999817%)
PT Sugih Amerta Berlabuh (Jasa - 99.95999908%)
PT Telaga Hikmah (Perkebunan dan Pabrik Kelapa Sawit - 99.44999695%)
PT Aek Tarum (Perkebunan dan Pabrik Kelapa Sawit - 99%)
PT Gunung Tua Abadi (Perkebunan dan Pabrik Kelapa Sawit - 99.86000061%)
PT Mutiara Bunda Jaya (Perkebunan dan Pabrik Kelapa Sawit - 99.37999725%)
PT Binasawit Makmur (Perkebunan dan Produksi Benih Kelapa Sawit - 99%)
PT Sawit Selatan (Perkebunan Kelapa Sawit - 99.97000122%)
PT Sungai Menang (Konsultasi Manajemen - 99.98999786%)
PT Selatanjaya Permai (Perkebunan Kelapa Sawit - 99.98999786%)
PT Usaha Agro Indonesia (Perkebunan dan Pabrik Kelapa Sawit - 99.98999786%)
PT Sungai Rangit (Perkebunan dan Pabrik Kelapa Sawit - 95%)
PT Sampoerna Bio Fuels (Konsultasi Manajemen - 99.98999786%)
PT Lanang Agro Bersatu (Perkebunan dan Pabrik Kelapa Sawit - 99.98999786%)
PT National Sago Prima (Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (sagu) - 98.66000366%)
PT Pertiwi Agro Sejahtera (Perkebunan Kelapa Sawit - 99.98999786%)
PT Tania Binatama ("dalam Likuidasi") (Perkebunan Kelapa Sawit - 99.67%)
PT Nusantara Sago Prima ("dalam Likuidasi") (Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (sagu) - 99.97%)